Mengenal Teknologi Mesin Otto-Atkinson di Lexus RC F
By : M.Fiqi.Akbar
Mesin yang dimaksud di sini adalah mesin siklus Otto dan siklus Atkinson. Siklus pertama lebih kita kenal sebagai mesin 4 langkah dan digunakan oleh hampir seluruh mobil bensin di dunia saat ini. Sedangkan siklus Atkinson adalah modifikasi dari siklus Otto yang memungkinkan mesin bekerja lebih efisien.
Alhasil Lexus tak perlu mengikuti langkah pabrikan dunia lainnya yang berbondong-bondong menggunakan turbo untuk mengecilkan kapasitas mesin. Bahkan faktanya RC F akan diluncurkan dengan mesin 5.000 cc. Lexus juga menginginkan mesin V8 ini memiliki suara serta tenaga instan khas LFA. Artinya, turbo memang bukan pilihan karena akan meredupkan suara serta memiliki jeda sebelum tenaga maksimal keluar.
Bila Anda ingin mengetahui apa sebenarnya mesin siklus Atkinson, maka pada boks dijelaskan lebih mendetail. Akan tetapi yang ada di balik kap Lexus RC F tidaklah murni seperti mesin siklus Atkinson orisinal yang awalnya diciptakan pada 1884 lalu.
Lexus hanya mengambil intisari dari siklus Atkinson, yakni rasio kerja langkah isap yang lebih sedikit langkah usaha. Dengan begitu, walaupun mesin mengisap lebih sedikit bahan bakar, namun tiap energi dari ledakan yang terjadi di mesin mampu ditransfer menjadi tenaga putar ke roda lebih optimal. Ini tak akan mampu dilakukan oleh mesin siklus Otto standar, karena rasio langkah isap dan tenaga sama persis.
Tentu saja Lexus tak menggunakan mekanisme penghubung rumit antara kruk as dan piston yang akan mengizinkan perbedaan rasio, seperti ada pada mesin siklus Atkinson. Namun Lexus mencapai esensinya dengan mengatur bukaan katup masuk lebih lama.
Alhasil, ketika piston sudah mulai bergerak ke atas untuk memulai langkah kompresi, katup masuk masih membuka. Ini menyebabkan sejumlah campuran udara dan bahan bakar dikeluarkan lagi dari ruang bakar menuju saluran masuk. Dengan demikian mesin menggunakan bahan bakar lebih sedikit dari seharusnya. Akan tetapi pada saat langkah usaha di mana terjadi ledakan, semua pengaturan tetap normal. Pendek kata, mesin ini membakar BBM setara mesin kecil, tapi dengan efisiensi ekspansi tenaga mesin besar.
Alhasil Lexus tak perlu mengikuti langkah pabrikan dunia lainnya yang berbondong-bondong menggunakan turbo untuk mengecilkan kapasitas mesin. Bahkan faktanya RC F akan diluncurkan dengan mesin 5.000 cc. Lexus juga menginginkan mesin V8 ini memiliki suara serta tenaga instan khas LFA. Artinya, turbo memang bukan pilihan karena akan meredupkan suara serta memiliki jeda sebelum tenaga maksimal keluar.
Bila Anda ingin mengetahui apa sebenarnya mesin siklus Atkinson, maka pada boks dijelaskan lebih mendetail. Akan tetapi yang ada di balik kap Lexus RC F tidaklah murni seperti mesin siklus Atkinson orisinal yang awalnya diciptakan pada 1884 lalu.
Lexus hanya mengambil intisari dari siklus Atkinson, yakni rasio kerja langkah isap yang lebih sedikit langkah usaha. Dengan begitu, walaupun mesin mengisap lebih sedikit bahan bakar, namun tiap energi dari ledakan yang terjadi di mesin mampu ditransfer menjadi tenaga putar ke roda lebih optimal. Ini tak akan mampu dilakukan oleh mesin siklus Otto standar, karena rasio langkah isap dan tenaga sama persis.
Tentu saja Lexus tak menggunakan mekanisme penghubung rumit antara kruk as dan piston yang akan mengizinkan perbedaan rasio, seperti ada pada mesin siklus Atkinson. Namun Lexus mencapai esensinya dengan mengatur bukaan katup masuk lebih lama.
Alhasil, ketika piston sudah mulai bergerak ke atas untuk memulai langkah kompresi, katup masuk masih membuka. Ini menyebabkan sejumlah campuran udara dan bahan bakar dikeluarkan lagi dari ruang bakar menuju saluran masuk. Dengan demikian mesin menggunakan bahan bakar lebih sedikit dari seharusnya. Akan tetapi pada saat langkah usaha di mana terjadi ledakan, semua pengaturan tetap normal. Pendek kata, mesin ini membakar BBM setara mesin kecil, tapi dengan efisiensi ekspansi tenaga mesin besar.
| Efisisiensi BBM setara mesin berkapasitas kecil | Ada 21 komponen di dalam mesin yang diubah oleh Lexus |
Namun seperti kata pepatah asing ‘tak ada makan siang yang gratis’, siklus seperti ini memiliki kelemahan. Walaupun konsumsi BBM tereduksi 15-20% dan tenaganya masih mirip, namun tenaga hanya keluar optimal di rentang putaran sangat sempit. Artinya ini tak cocok untuk berakselerasi.
Makanya Lexus hanya memakai siklus ini ketika mobil melaju konstan. Sedangkan ketika berakselerasi, seluruh moda mesin kembali murni menggunakan siklus Otto. Tenaga 450 dk dan torsi 520 Nm secara instan langsung menyembur.
Sebelumnya mesin siklus Atkinson banyak digunakan di mobil hybrid. Sempitnya rentang tenaga diakali dengan memasang transmisi CVT yang bisa menjaga putaran mesin meski kecepatan berubah. Akan tetapi Lexus RC-F hanya menggunakan siklus tersebut di saat berjalan konstan, mengingat sejatinya ini adalah mobil sport. Oleh sebab itu Lexus menyebut mesin V8 baru ini sebagai bersiklus Otto-Atkinson.
Teknologi baru ini pastilah sedikit membuat pusing para insinyur di divisi mesin Lexus. Pasalnya, untuk mengakomodir siklus Atkinson, mereka harus mengubah desain tak kurang dari 21 komponen di dalam mesin.
Bila Anda termasuk salah satu yang beruntung bisa memilikinya, nikmati saja tenaga buas dan efisiensi tinggi hasil inovasi Lexus.
Makanya Lexus hanya memakai siklus ini ketika mobil melaju konstan. Sedangkan ketika berakselerasi, seluruh moda mesin kembali murni menggunakan siklus Otto. Tenaga 450 dk dan torsi 520 Nm secara instan langsung menyembur.
Sebelumnya mesin siklus Atkinson banyak digunakan di mobil hybrid. Sempitnya rentang tenaga diakali dengan memasang transmisi CVT yang bisa menjaga putaran mesin meski kecepatan berubah. Akan tetapi Lexus RC-F hanya menggunakan siklus tersebut di saat berjalan konstan, mengingat sejatinya ini adalah mobil sport. Oleh sebab itu Lexus menyebut mesin V8 baru ini sebagai bersiklus Otto-Atkinson.
Teknologi baru ini pastilah sedikit membuat pusing para insinyur di divisi mesin Lexus. Pasalnya, untuk mengakomodir siklus Atkinson, mereka harus mengubah desain tak kurang dari 21 komponen di dalam mesin.
Bila Anda termasuk salah satu yang beruntung bisa memilikinya, nikmati saja tenaga buas dan efisiensi tinggi hasil inovasi Lexus.
Apa itu siklus Atkinson?
Sebelum lebih dalam, kita harus tahu dulu dasar dari mesin 4 langkah. Secara umum, piston di dalam mesin 4 langkah itu naik dan turun sebagai berikut:
1. Langkah pertama adalah ketika piston turun sambil mengisap bahan bakar dan udara.
2. Langkah kedua, piston naik ke atas sambil menekan campuran udara bahan bakar tersebut. Hasilnya tekanan makin tinggi, campuran makin padat dan siap dibakar oleh percikan api busi.
3. Langkah ketiga terjadi setelah busi memercikkan apinya. Ledakan keras yang terjadi mendorong piston ke bawah. Inilah yang Anda rasakan sebagai tenaga mesin.
4.Setelah itu piston kembali bergerak ke atas. Kali ini untuk mendorong sisa pembakaran keluar ke knalpot.
Sebelum lebih dalam, kita harus tahu dulu dasar dari mesin 4 langkah. Secara umum, piston di dalam mesin 4 langkah itu naik dan turun sebagai berikut:
1. Langkah pertama adalah ketika piston turun sambil mengisap bahan bakar dan udara.
2. Langkah kedua, piston naik ke atas sambil menekan campuran udara bahan bakar tersebut. Hasilnya tekanan makin tinggi, campuran makin padat dan siap dibakar oleh percikan api busi.
3. Langkah ketiga terjadi setelah busi memercikkan apinya. Ledakan keras yang terjadi mendorong piston ke bawah. Inilah yang Anda rasakan sebagai tenaga mesin.
4.Setelah itu piston kembali bergerak ke atas. Kali ini untuk mendorong sisa pembakaran keluar ke knalpot.
Nah, di mesin 4 langkah normal, jarak gerak piston di setiap langkah tersebut selalu sama. Lantas satu pembakaran terjadi tiap kruk as berputar dua kali.
Sedangkan di siklus Atkinson, setang piston tak terhubung langsung dengan kruk as. Di antaranya terdapat sambungan mekanikal yang didesain untuk membuat piston bergerak 2 kali lebih cepat sehingga pembakaran terjadi tiap 1 kali putaran. Sepintas mirip 2 langkah, namun siklus pembakaran yang terjadi tetap 4 langkah.
Bukan hanya itu, sambungan di kruk as memungkinkan perbedaan gerakan piston di tiap langkah. Alhasil ketika langkah isap dan kompresi piston bergerak lebih pendek, sedangkan ketika langkah usaha dan buang ia bergerak lebih panjang.
Ini membuat konsumsi BBM seperti mesin lebih kecil, lantas energi yang dihasilkan bisa tetap diberikan secara efisien untuk gerakan piston ke bawah. Kelemahannya, mesin ini memiliki rentang tenaga maksimum sempit. Sehingga fleksibilitasnya kurang baik, kecuali dipadu dengan transmisi CVT serta tenaga dari motor listrik. Persis seperti yang terjadi di mobil hybrid.
Lexus RC F menghindari mengecilkan kapasitas mesin dan menambahkan turbo
Popular
Tags
Videos
0 komentar:
Posting Komentar